Langsung ke konten utama

Postingan

Kamu Sudah Lebih Dari Cukup

Dengan seluruh kekaguman, surat ini aku kirimkan. Kamu cukup tersenyum dan semudah itu aku jatuh terkagum-kagum. Kamu tak perlu menjadi pria kekar yang ada di drama-drama televisi, sesederhana itu sudah memikatku dengan ketulusan hati. Kamu memang tidak memiliki banyak seperti yang dunia unggulkan, tapi justru itu yang membuat kepadamu aku menetapkan pilihan. Kamu berbeda dan menerimaku apa adanya. Bersamamu, aku tidak perlu menjadi orang lain. Kamu tak perlu menjadi pahlawan-pahlawan yang diidolakan oleh seisi dunia, karena kamu memiliki kekuatan khusus di mataku. Kekuatan untuk membuatku tersenyum disaat tak ada satupun yang mampu mengusir sedihku. Terlalu magis. Terlalu sederhana. Namun aku suka. Sesederhana kamu hadir, segala kuatirku pun terusir. Dari caramu melihat dunia, dari caramu menatap realita, dari caramu menyebarkan cinta, dari caramu menggantungkan mimpi, dari cara kerja pikirmu dan dari caramu mencintaiku. Aku sungguh jatuh cinta. Kamu tak pernah berjanji, tapi s...

Tidak yg Lain Tetapi Kau

Terkadang, kamu menyebalkan. Pernah ada saatnya aku tidak menyukai model rambutmu, warna sepatumu, atau bahkan caramu memotongku bicara. Tetapi itulah kau, warna-warna yang kuingin ada di hidupku. Aku tertawa sendiri bila mengingat, pernah ada kalanya aku ingin melemparmu ke jurang andai nyawamu lebih dari satu, tetapi kembali lagi dan kembali lagi, pada akhirnya bola matamu ialah jurang yang kepadanya aku rela jatuh, dan aku tersiksa sendiri jika tidak kepadamu aku perhatian. Sayang, perhatikanlah apa yang kukatakan kali ini kepadamu, yaitu bahwa bagiku kebahagiaan yang sempurna ialah lebih dari sekadar gempita demi gempita, melainkan kebersamaan kita, sekalipun itu penderitaan. Sebab hanyalah kedukaan jika kuhabiskan hidup bersenang-senang namun tanpa kau. Berikan kekuranganmu kepadaku, aku tulus menerimanya. Aku tidak ingin hidup dalam ratapan, jangan sampai aku punya segala kecuali kau. Kini aku telah punya modal untuk tidak hanya mencerahkan wajahmu, bahkan tawamu di masa tua s...

Pertanyaan, dan Kamu

Kamu adalah sebuah cerita, yg baru saja bermula. Dan sebuah lagu, baru di bait ke satu. Kamu adalah sebuah perjalanan. Yg baru saja meninggalkan, pekarangan rumah di depan. Dengan segala peraturan dan kebosanan. Kamu adalah sebuah gangguan, bagi sederet rutinitas. Kamulah yg melembutkan, kejenuhan yg mengeras. Kamu adalah setangkai bunga yg segar, yg selalu mencari, di manakah sinar matahari memancar. Kamu sebuah awal baru yg senantiasa membuatku berpikir: Adakah kesempatan bagiku, untukmu jadi sebuah akhir? Kamu. Empat aksara yg senantiasa membuatku bertanya-tanya. Di kamu kah masa depan berada?

Untuk kamu yg (mungkin) tidak pernah membaca nya

Untuk kamu, yg (mungkin) tidak pernah membaca postingan blog saya. Mungkin saya tidak pernah meminta izin untuk menjadikan kamu menjadi bahan tulisan blog saya. Mungkin saya terlalu lancang atas ini semua. Banyak penulis bilang, ketika kamu ingin menulis, tulislah apa yg ada di pikiran kamu. Ya, saya selalu menuliskan tentang kamu. Hampir semua isi blog saya bertemakan kamu. Mungkin orang boleh bosan, tapi tidak buat saya. Berlebihan kiranya jika saya mengatakan; kamu inspirasi saya. Tapi, ketika saya melihat ini adanya, mungkin semua itu benar. Saya balas dendam atas kamu, yg telah lancang membuat saya jatuh hati setiap hari, tanpa cela, dan tanpa sekat. Kamu, terlalu menyebalkan.. Kamu adalah pria paling ‘brengsek’ dalam hidup saya. Datang tiba-tiba tanpa permisi, membawa saya ke dalam kehidupan kamu, mengajak saya berlari bersama mimpi kamu. Kamu telah membuyarkan semua mimpi saya sendiri di masa depan, tetapi menggantinya dengan mimpi berdua di masa depan. Kamu, sungguh ketela...

Sabtu Sore yg Syahdu

Gue pernah jatoh. Gue pernah galau segalau-galaunya. Gue pernah punya hubungan bertahun-tahun yg gue kira semua akan bejalan lancar, ternyata tidak. Mungkin gue disitu terlalu berekspetasi berlebihan. Entahlah, atau mungkin karena keegoisan masing-masing dan jalan hidup untuk kedepan yg semakin lama semakin jauh berbeda, gue harus ikhlas lepasin semuanya. Awalnya sulit, dan ternyata pada akhirnya, gue bisa. Setelah kejadian itu, gue males sama apapun yg berbau ‘hubungan’. Trauma? mungkin. Tapi yg jelas, gue males. Tapi gue juga butuh dorongan entahlah apapun itu. Gue deket sana-sini, dengan berbagai macam karakter, tapi gue selalu bikin penolakan diri, gue ngga tau kenapa, yg jelas gue agak sedikit ngga percaya lagi sama ‘hubungan’. Sampai ada beberapa temen gue yg usaha ngenalin gue ke ini-itu tapi ngga pernah gue bisa. Sampai suatu ketika, sabtu sore yg syahdu.. Terimakasih, sabtu sore yg syahdu, udara Jakarta yg bersahabat dan Tuhan yg telah menakdirkan dia ketemu gue (lagi) d...

The Best For Last

 Bukan untuk yg pertama gua menjalani sebuah hubungan, dan gua tau bukan untuk pertama kalinya gua ngerasain sakit hati dan semacamnya.  Udah berulang kali, perasaan ini dipermainkan sama mereka. Dan untuk kali ini, gua udah ngga pengen ngerasain kecewa itu lagi. Move on , is the most I avoid the word today . B ecause for me to move on is something that is difficult .  Walau gua yakin  dengan sebuah pernyataan bahwa “kehilangan akan membawa kita menghampiri sesuatu yg lebih baik” tapi untuk kali ini, gua udah cukup beruntung dan dia udah cukup buat gua 💛