Langsung ke konten utama

Postingan

Sabtu Sore yg Syahdu

Gue pernah jatoh. Gue pernah galau segalau-galaunya. Gue pernah punya hubungan bertahun-tahun yg gue kira semua akan bejalan lancar, ternyata tidak. Mungkin gue disitu terlalu berekspetasi berlebihan. Entahlah, atau mungkin karena keegoisan masing-masing dan jalan hidup untuk kedepan yg semakin lama semakin jauh berbeda, gue harus ikhlas lepasin semuanya. Awalnya sulit, dan ternyata pada akhirnya, gue bisa. Setelah kejadian itu, gue males sama apapun yg berbau ‘hubungan’. Trauma? mungkin. Tapi yg jelas, gue males. Tapi gue juga butuh dorongan entahlah apapun itu. Gue deket sana-sini, dengan berbagai macam karakter, tapi gue selalu bikin penolakan diri, gue ngga tau kenapa, yg jelas gue agak sedikit ngga percaya lagi sama ‘hubungan’. Sampai ada beberapa temen gue yg usaha ngenalin gue ke ini-itu tapi ngga pernah gue bisa. Sampai suatu ketika, sabtu sore yg syahdu.. Terimakasih, sabtu sore yg syahdu, udara Jakarta yg bersahabat dan Tuhan yg telah menakdirkan dia ketemu gue (lagi) d...

The Best For Last

 Bukan untuk yg pertama gua menjalani sebuah hubungan, dan gua tau bukan untuk pertama kalinya gua ngerasain sakit hati dan semacamnya.  Udah berulang kali, perasaan ini dipermainkan sama mereka. Dan untuk kali ini, gua udah ngga pengen ngerasain kecewa itu lagi. Move on , is the most I avoid the word today . B ecause for me to move on is something that is difficult .  Walau gua yakin  dengan sebuah pernyataan bahwa “kehilangan akan membawa kita menghampiri sesuatu yg lebih baik” tapi untuk kali ini, gua udah cukup beruntung dan dia udah cukup buat gua 💛
Yg sibuk memperbaiki dirinya, takkan sibuk menemukan kecacatan dalam hidup orang lain. Yg sibuk memperbaiki amalnya, takkan sibuk beriri dengki terhadap anugrah dan karunia Allah kepada pribadi lain. Yg sibuk memperbaiki akhiranya, takkan sibuk mencari celah untuk menjatuhkan martabat orang lain. Yg sibuk menghisab dosa-dosanya sendiri, takkan sibuk mengukur syurga-neraka orang lain. Yg sibuk menjadi dirinya sendiri, takkan sibuk membenci orang lain. Yg sibuk membangun rumah di syurga, takkan sibuk mengaudit haram-halal harta orang lain. Menjadi sibuklah untuk diri sendiri yang juga mampu bermanfaat untuk orang lain. Feed your body. Feed your mind. Feed your soul. Feed your akhlaq. Feed your imaan.

Miss you, Mah 💕

Mah, aku kangen.. Kangen banget sama mamah :') Mama orang yg paling hebat yg ngga bisa berhenti aku kagumi setiap harinya. Mah, aku tumbuh jadi anak mandiri dan keras kepala. Mungkin masih nakal, susah diatur, dan aku belum bisa menjadi anak perempuanmu yg tangguh dan bijak seperti mamah. Tapi aku yakin mah, ini masih proses, jalannya memang masih panjang mah buat kutempuh. Disini awalnya, aku akan berusaha lebih kuat, jadi orang yg lebih istimewa buat mamah. Mamah ngalamin masa-masa sulit dalm hidup bahkan sampe harus jatuh bangun demi anak-anak mamah, tapi mama ngga berhenti dan nyerah gitu aja. Itu yg membuat mamaku terlihat begitu istimewa dimata anak-anaknya. Sekeras apapun persoalan hidup yg menimpa, mamah ngga pernah menyerah dan mengaku kalah. Mama masih berjalan, walau kadang melambat. Tapi mama selalu bilang, ”Hidup itu kita yg kontrol, kita yg atur ritme nya. Hidup kita, kita yg jalani, kita yg punya misi.” Mamah, Mamah lagi ngapain sekarang? Udah makan belum? ...
Jangan terlalu banyak berharap kalau tidak ingin kecewa. Seringkali keinginan-keinginan berakhir pada kekecewaan karena ketidakpastian. Hidup banyak mengandung kejutan-kejutan. Jelajahi saja dunia ini dengan semangat keingintahuan.
Cinta itu kuat. Biarlah itu tetap kuat di dalam keadaan apapun, di dalam suasana bagaimanapun. Sudah begitu cinta diciptakan. Cinta terlalu besar untuk hanya tergambarkan lewat satu atau dua keadaan saja. Cinta itu lebih dari cukup, tak perlulah lagi dilengkapi alasan. Nyaman itu cuma alasan yang manis. Cinta lebih dari itu. Cinta itu entah mengapa. Cinta sesederhana itu.