Langsung ke konten utama

Sabar Yaa

Kukatakan itu pada diriku berkali kali saat aku merasa sedih dan sendiri. Saat harapku mulai hilang, saat hatiku tersakiti karena aku tahu hidupku bukan harus sesuai mauku.
Namun hidupku berjalan sesuai kehendakNya. Karena aku tahu tak selamanya harus merasa bahagia ada kalanya dimana aku harus bersedih, agar tau cara bersyukur dan aku pun tau kesedihan itu hanyalah sementara.
SABAR!! Yakinlah akan ada masanya sebuah rasa yg tak akan pernah bisa kau terjemahkan lagi, selepas dari rasa kesabaranmu yg telah kau jalani dengan beribu ribu ujian yg kau hadapi.
Luka yg kau tahan, rasa sakit yg kau pendam, tangis yg tak bisa kau bendung lagi, akan ada masanya, entah nanti didunia atau di akhirat kelak.

Bersabarlah dan Yakinlah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Ibu saya, alasan terbesar saya untuk tetap kuat dan bertahan, bahkan dalam situasi sesulit dan serumit ini.

Andaikan

Andaikan kerinduan dapat jaminan dari pemerintah, *karena #LDR butuh peran penting dari menteri perhubungan dan komunikasi. Andaikan menteri perhubungan mengerti kepada kita, mungkin ada potongan diskon untuk transoportasi kunjungan pacar, jadi kan kita gak perlu nabung lama lagi hanya untuk mengobati kerinduan ini. Andaikan menteri komunikasi mengerti kita, mungkin akan ada diskon dan paket jangka panjang untuk internetan, telpon dan sms pacar hingga mempermudah komunkasi kita agar tidak ada kesalah pahaman, karena paket internet, telpon dan sms memang menyedot kantong kita. Andaikan menteri komunikasi mengerti kita, mungkin kita tidak akan bergantung pada sinyal, ya percuma aja kalau udah ada paket internet, telpon dan sms murah kalau sinyal tidak mendukung. Dear menteri komunikasi.. Mengertilah kita. Kita yg dalam keterbatasan kasih sayang dengan pacar. Memang #LDR memerlukan peran pemerintah, dan ya sudah andaikan2 itu hanya akan menjadi khayalan gila kita. Kita meman...

Pertanyaan, dan Kamu

Kamu adalah sebuah cerita, yg baru saja bermula. Dan sebuah lagu, baru di bait ke satu. Kamu adalah sebuah perjalanan. Yg baru saja meninggalkan, pekarangan rumah di depan. Dengan segala peraturan dan kebosanan. Kamu adalah sebuah gangguan, bagi sederet rutinitas. Kamulah yg melembutkan, kejenuhan yg mengeras. Kamu adalah setangkai bunga yg segar, yg selalu mencari, di manakah sinar matahari memancar. Kamu sebuah awal baru yg senantiasa membuatku berpikir: Adakah kesempatan bagiku, untukmu jadi sebuah akhir? Kamu. Empat aksara yg senantiasa membuatku bertanya-tanya. Di kamu kah masa depan berada?