Langsung ke konten utama

Bring it on, Lord!

Tuhan, perkataan-Mu benar adanya. Pemeliharaan-Mu bagiku melebihi apa pun yang bisa kulakukan untuk diriku sendiri. Karena barangsiapa yang tidak meletakkan segala kehawatirannya kepada-Mu, berdiri dengan sangat tidak aman. Kalau saja kehendakku tetap benar dan teguh terarah kepada-Mu, Tuhan, lakukanlah kepadaku apa pun yang menyukakan-Mu. Karena apa pun yang akan Kau lakukan kepadaku hanyalah kebaikan semata.

Jika Engkau menginginkanku berada dalam kegelapan, aku akan memuji-Mu. Dan, jika Engkau menginginkanku untuk berada dalam terang, juga aku akan memuji-Mu. Jika Engkau membungkuk untuk menghiburku, aku akan memuji-Mu, dan jika Engkau menginginkanku menderita kemalangan, aku akan memuji-Mu selamanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Ibu saya, alasan terbesar saya untuk tetap kuat dan bertahan, bahkan dalam situasi sesulit dan serumit ini.

Andaikan

Andaikan kerinduan dapat jaminan dari pemerintah, *karena #LDR butuh peran penting dari menteri perhubungan dan komunikasi. Andaikan menteri perhubungan mengerti kepada kita, mungkin ada potongan diskon untuk transoportasi kunjungan pacar, jadi kan kita gak perlu nabung lama lagi hanya untuk mengobati kerinduan ini. Andaikan menteri komunikasi mengerti kita, mungkin akan ada diskon dan paket jangka panjang untuk internetan, telpon dan sms pacar hingga mempermudah komunkasi kita agar tidak ada kesalah pahaman, karena paket internet, telpon dan sms memang menyedot kantong kita. Andaikan menteri komunikasi mengerti kita, mungkin kita tidak akan bergantung pada sinyal, ya percuma aja kalau udah ada paket internet, telpon dan sms murah kalau sinyal tidak mendukung. Dear menteri komunikasi.. Mengertilah kita. Kita yg dalam keterbatasan kasih sayang dengan pacar. Memang #LDR memerlukan peran pemerintah, dan ya sudah andaikan2 itu hanya akan menjadi khayalan gila kita. Kita meman...

Pertanyaan, dan Kamu

Kamu adalah sebuah cerita, yg baru saja bermula. Dan sebuah lagu, baru di bait ke satu. Kamu adalah sebuah perjalanan. Yg baru saja meninggalkan, pekarangan rumah di depan. Dengan segala peraturan dan kebosanan. Kamu adalah sebuah gangguan, bagi sederet rutinitas. Kamulah yg melembutkan, kejenuhan yg mengeras. Kamu adalah setangkai bunga yg segar, yg selalu mencari, di manakah sinar matahari memancar. Kamu sebuah awal baru yg senantiasa membuatku berpikir: Adakah kesempatan bagiku, untukmu jadi sebuah akhir? Kamu. Empat aksara yg senantiasa membuatku bertanya-tanya. Di kamu kah masa depan berada?