Langsung ke konten utama

Dalam Cinta, Karma Punya Cerita

Kalo ngga dalam waktu dekat ini, mungkin dalam waktu yg cukup lama nantinya dia bakal ngerasain apa yg lo rasain. Yg nyakitin bakal disakitin, yg ngekhianatin pasti bakal dikhianatin, dan yg ngelukain akan dilukain.
Semua akan balik ke diri lo masing-masing, kebanyakan semua orang nyebut itu adalah sebuah balas, alias karma. So, percaya aja yg nyakitin lo kelak pasti bakal ngerasain apa yg lo rasain.
Karma Adalah Cara Tuhan Menyadarkan Bahwa Cinta Itu Ngga Boleh Dimainin
Yakinlah suatu saat dia yang hari ini menyakitimu pasti akan mendapatkan balasan dari Tuhan.Balasan itu agar dia belajar bahwa sesungguhnya cinta itu tidak boleh dipermainkan.

Karma Bisa Datang Kapan Saja Dan Bahkan Sangat Mungkin Akan Lebih Kejam Dari Apa Yang Telah Kamu Lakukan

Karma itu akan datang jika pada waktunya, entah itu kapan waktu yang tepat tidak ada yang mengetahuinya. Namun biasanya karma itu akan lebih kejam dari apa yang telah dilakukannya padamu, maka kamu yakinlah dia pasti akan mendapatkan balasan yang sama.

Karma Itu Berlaku Buat Siapa Saja Yang Menyakiti Tidak Ada Pengecualian Baginya

Karma itu berlaku untuk siapapun, tidak ada pengecualian termasuk itu dia. Karma tidak pernah menjauh dari orang-orang yang membuat kesalahan karena karma datang untuk memberikan pembelajaran dan sebuah penyesalan agar meraka yang menyakiti tidak lagi menyakiti orang lain dan menyadari kesalahannya.

Yakinlah Jika Suatu Saat Nanti Penyesalan Dan Karma Bakalan Mewakili Rasa Sakitmu

Suatu saat nanti karma itu akan datang menghampiri seseorang yang menyakitimu, dia datang mewakili perasaanmu. Maka tunggu saja dan yakinlah dia akan merasakan sakit yang sama seperti yang kamu rasakan dan kamu tidak perlu membalasnya.

Saat Kamu Melihat Karma Itu Datang Padanya, Saat Itu Kamu Menyadari Bahwa Hidup Ini Memang Adil

Kelak saat kamu melihat dia mendapatkan balasan yang sama atau bahkan lebih dari yang dia berikan padamu maka saat itu juga kamu akan meyakini bahwa hidup itu adil, adil bagi yang tersakiti dan adil bagi yang menyakiti.

Ingatlah Ketika Dia Menyakiti Dirimu Dia Sedang Melakukan Kesepakatan Dengan Karmanya

Saat dia menyakitimu percayalah bahwa dia telah dengan sadar telah melakukan sebuah kesepakatan pada karma bahwa dia sip mendapatkan balasn untuk semua yang telah diperbuatnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ini Ibu saya, alasan terbesar saya untuk tetap kuat dan bertahan, bahkan dalam situasi sesulit dan serumit ini.

Andaikan

Andaikan kerinduan dapat jaminan dari pemerintah, *karena #LDR butuh peran penting dari menteri perhubungan dan komunikasi. Andaikan menteri perhubungan mengerti kepada kita, mungkin ada potongan diskon untuk transoportasi kunjungan pacar, jadi kan kita gak perlu nabung lama lagi hanya untuk mengobati kerinduan ini. Andaikan menteri komunikasi mengerti kita, mungkin akan ada diskon dan paket jangka panjang untuk internetan, telpon dan sms pacar hingga mempermudah komunkasi kita agar tidak ada kesalah pahaman, karena paket internet, telpon dan sms memang menyedot kantong kita. Andaikan menteri komunikasi mengerti kita, mungkin kita tidak akan bergantung pada sinyal, ya percuma aja kalau udah ada paket internet, telpon dan sms murah kalau sinyal tidak mendukung. Dear menteri komunikasi.. Mengertilah kita. Kita yg dalam keterbatasan kasih sayang dengan pacar. Memang #LDR memerlukan peran pemerintah, dan ya sudah andaikan2 itu hanya akan menjadi khayalan gila kita. Kita meman...

Pertanyaan, dan Kamu

Kamu adalah sebuah cerita, yg baru saja bermula. Dan sebuah lagu, baru di bait ke satu. Kamu adalah sebuah perjalanan. Yg baru saja meninggalkan, pekarangan rumah di depan. Dengan segala peraturan dan kebosanan. Kamu adalah sebuah gangguan, bagi sederet rutinitas. Kamulah yg melembutkan, kejenuhan yg mengeras. Kamu adalah setangkai bunga yg segar, yg selalu mencari, di manakah sinar matahari memancar. Kamu sebuah awal baru yg senantiasa membuatku berpikir: Adakah kesempatan bagiku, untukmu jadi sebuah akhir? Kamu. Empat aksara yg senantiasa membuatku bertanya-tanya. Di kamu kah masa depan berada?